Blog-nya Cita

Untaian kata menuju cita

Sensory Integration part 2

punten ni saya coba menulis campur2 dengan B.Inggris ya, biar ga mengurangi esensi ilmu nya. Buku sumber utama tulisan ini adalah “Sensory Integration and The Child” by A. Jean Ayres, Ph.D

Sensory Integration is the organization of sensation for use. Our sense give us information about the physical conditions of our body and the environment aruond us. Sensations flow into the brain like streams flowing into a lake. Countless bits of sensory information enter our brain at every moment, not only from our eyes and ears but from every place in our body. We have a special sense that detects the pull of gravity and the movements of our body in relation to the earth.

jadi, bisa disimpulkan :

  • Sensory Integration IS an Unconscious process of the brain (occurs without us thinking about it-like breathing)
  • Organizes information detected by one’ senses (taste, sight, hearing, touch, smell, movement, gravity, and position)
  • Gives meaning to what is experienced by sifting through all the information and selecting what to focus on (such as listening to a teacher and ignoring the noise of outside traffic)
  • Allows us to act or respond to the situation we are experiencing in a purposeful manner (known as an adaptive response)
  • Form the underlying foundation for academic learning and social behavior)

Input-Input sensorik, biar gampang diingat, kita katakan gang sensory, diantaranya :

TAKTIL lokasinya terdapat pada kulit dan sebagian dari selaput lendir ,fungsinya meneruskan informasi seperti rabaan halus, tekanan kuat, kasar, halus, tajam, tumpul, panas, dingin, dan rasa nyeri. bagi orang yg peka, raba halus cenderung merangsang. Tekanan kuat (deep-touch pressure), pada umumnya menenangkan. Input ini tujuannya adalah untuk diskriminasi dan proteksi. kemampuan diskriminasi mempunyai peranan  yang penting dalam merencanakan gerakan motorik yang tepat terhadap lingkungan dan dalam memanipulasi benda-benda sekitar.
Proprioseptif,lokasinya terdapat dalam otot dan persendian. Diaktifkan oleh kontraksi dan gerak otot. Fungsinya meneruskan informasi dari bagian-bagian tubuh dan bagaimana bagimana bagian yang bersangkutan bergerak. Input proprioseptif cenderung bersifat terapeutik (memeperbaiki kinerja otak). Otot-otot dan persendian adalah reseptor pada input ini, dimana resptor2 tersebut akan memberikan input pada syaraf pusat bila otot-otot bekerja.

Kontribusi penting yang diberikan oleh input ini adalah :

  • Orientasi tubuh dalam ruang dan hubungannya antara bagian-bagian tubuh
  • kecepatan dan waktu bari berbagai gerakan tubuh (timing bergerak)
  • tenaga yang dikeluarkan oleh otot-otot
  • Berapa kekuatan dan kecepatan peregangan otot pada suatu aktivitas

Indra proprioseptif termasuk ke dalam indra dasar, pada umunya informasi yang disampaikan oleh indra ini ke otak, pengolahan dan persepsinya kurang kita sadari, lebih banyak terjadi secara  secara otomatis. Kontribusi lainnya yang penting dari input ini adalah :

  • Perkembangan persepsi tubuh (skema tubuh) yaitu kesadaran otomatis mengenai tubuh dan bagian-bagiannya, bagaimana hubungannya satu sama lain, dan bagaimana bagian-bagian ini bergerak dalam ruang.
  • Kemampuan praksis, yaitu merencanakan, mengorganisasikan, juga mempelajari dan mengingat gerakan-gerakan motorik. Komponen praksis yang penting adalah : ideation, dan motor planning.

Ideation adalah kemampuan untuk membuat konsep untuk bertindak bila menghadapi situasi          tertentu, dan memikirkan apa yang harus dilakukan. Ideation ini kemudian diikuti oleh motor planning yaitu mengatur rencana bagaimana runtutan motorik dalam melaksanakan konsep tersebut.

Elemen yang penting dari motor planning adalah sequencing, yaitu kemampuan untuk mengurutkan dengan tepat serangkaian gerakan yang diperlikan untuk melakukan suatu tugas. Contohnya : Bila memakai kemeja, mula-mula kita memasukan satu lengan ke lengan  baju yang bersangkutan, lalu lengan satu lagi, lalu dirapikan tengah kemeja ke tengan badan, lalu di kancingkan. Semua itu perlu urutan tertentu. Anak dengan gangguan ini memerlukan latihan yang lebih  lama utk menguasai keterampilan ini. Anak yang tidak bisa bercerita secara runtut, ide nya loncat-loncat, juga termasuk anak dengan gangguan input proprioseptif.

Vestibuler,terletak dalam telinga tengah. Input ini adalah salah satu sistem sensorik yang telah cukup matang dari sejak bayi. Mengayunkan bayi dengan gerakan lambat dan berirama mempunyai efek menenangkan, sebaliknya ayunan yang cepat dan tidak beraturan akan membangkitkan aktivitas bayi. Input ini mempunyai peranan penting dalam :

  • pengaturan tonus dan koordinasi otot-otot rangka
  • keseimbangan
  • kontol gerakan mata yang berhubungan dengan gerakan kepala
  • Mengatur tingkat aruosal dan perhatian/rentang atensi (arousal=keterbangkitan/mesin badan)
  • Mengatur emosi

Bila otak dapat mengolah input ini dengan baik, kita jadi sadar ke arah mana kita bergerak, apakah kita bergerak tegak atau miring dan secara tidak sadar otot-otot tubuh diatur agar ketegangannya sesuai dengan tugas yang sedang kita kerjakan. Misalnya : anak dengan gannguan vestibuler, biasanya sulit mempertahankan tubuh dengan baik ketika belajar di kelas. Badannya loyo, susah utk duduk tegang, menyandarkan kepala ke meja akibatnya atensi belajar terganggu. Bisa juga dengan penampakan anak yg tidak bisa duduk diam, kerjanya jalan-jalan, sibuk lihat aktivitas teman, akibatnya belajarnya juga terganggu. Bisa juga anak yg “muter”, bergerak terus tanpa tujuan yang jelas (biasanya ini sering kita lihat di sekolah TK).

Penerimaan dan pengolahan ke tiga input sensorik ini terutama terjadi di batang otak dan thalamus. Penelitian DR.AYRES menunjukan bahwa pemberian input sensorik primitif ini secara KHUSUS, sehingga dapat menimbulkan reaksi yang adaptif/tepat, akan mem[perbaiki fungsi batang otak dan thalamus.

Fungsi batang otak dan thalamus :

  • Integrasi input-input sensorik sebelum dilanjutkan ke kulit otak
  • mengatur arusal(keterbangkitan), atensi, dan emosi (raw emotion, yg belum dikuasai fungsi asosiasi)
  • Mengatur tonus otot dan koordinasi motorik
  • Mengatur fungsi saraf autonomi dan faal lainnya seperti siklus tidur, pencernaan, dan pembuangan.

to be continue

June 6, 2008 Posted by citamelani | Dunia Anak-anak | | 3 Comments