Blog-nya Cita

Untaian kata menuju cita

Pengenalan Terapi Sensory Integration( SI)1

Teori Sensory Integration (SI)mencoba menjelaskan pengaturan input sensorik dan kaitannya dengan pengaturan perilaku dan belajar (mengenai sejarahnya, bisa di lihat di salah satu link yg ada pada blog ini ). Teori ini dipakai sebagai salah satu metoda dalam menangani masalah perilaku dan belajar yang terkait dengan masalah sensorik dan praksis. Apa itu sensorik dan praksis? Ok, saya akan mencoba menjelaskan apa itu sensorik terlebih dahulu. Sensorik disini dimaksudkan sebagai input-input yang kita terima dari lingkungan, kita bilangnya enersi. Enersi tersebut diantaranya adalah cahaya, bunyi2an,kimia, gesekan,gravitasi, dan aktivitas otot. Input2 tersebut diterima oleh alat indera masing2 (reseptor khusus) misalnya :cahaya oleh mata. Setelah melalui reseptor khusus tersebut, kemudian diterima oleh batang otak sebagai pusat relay sensorik. Dan dilanjutkan kepada sistem limbik pada otak kecil yang berakhir di kulit otak (cortex cerebri sebagai pusat khusus dan asosiasi). Jadi input sensorik adalah sesuatu yang dapat merangsang alat indera khusus, contohnya cahaya hanya dapat merangsang retina yang terdapat pada mata,bila jari merabagaram akan terasa kasar, bila lidah menjilat garam akan terasa asin. Input sensorik dapat berasal dari tubuh kita sendiri : dari alat-alat dalam tubuh seperti lambung, bila kosong kita akan merasa lapar, dari otot-otot kita bila kita bergerak secara aktif, bila kita melakukan locomotion (berpindah tempat)atau berputar ditempat. Sedangkan input dari lingkungan adalah: visual, auditori, olfaktori (penciuman), sentuhan ke indra taktil, dan gaya tarik bumi. (penjelasan tentang input2 dan cara bekerjanya, nanti akan coba dijelaskan pada sesi 2)……

Ada 2 kata kunci dari penjelasan diatas yaitu PERILAKU dan BELAJAR kaitannya dengan Terapi SI yang berdasarkan Teori SI dalam upaya untuk menangani anak-anak defisit perilaku dan defisit Belajar. Masalah Perilaku dan balajar antara lain : Banyak bergerak, rentang perhatian pendek, masalah sosialisasi (cuek bila dipanggil), sulit belajar dari pengalaman, kurang mandiri (minta diantar, inginnya ditolong terus), masalah motorik (lari,loncat, tangkap bola, menggunting, mewarna, menulis), terlalu peka oleh sentuhan/suara/gerakan, sulit membedakan (tenaga utk menulis, menyentuh teman,tutup pintu, huruf b/d, ekspresi muka guru atau teman).

Asumsi belajar dan perilaku dalam pembahasan ini adalah, bahwa belajar adalah proses penting dalam hidup, perubahan perilaku yang menetap sebagai hasil dari pengalaman. Belajar dalam pengasuhan anak adalah perubahan positif pada perilaku anak. Belajar tidak terbatas pada hal-hal yang sekarang (mungkin) dianggap “keren” seperti mengenal warna, bentuk, nama benda, dsb (ini biasanya pada balita) tetapi ada kecerdasan yang paling utama yang perlu dikuasai yaitu KECERDASAN EMOSI sebagai tonggak perkembangan emosi yang akan menjadi tonggak bagi perkembangan kognisi.

Teori tentang belajar berdasarkan prinsip teori SI adalah PERKEMBANGAN OTAK YANG POSITIF MELALUI PENGALAMAN INTERAKTIF DENGAN EMOSI POSITIF (gembira, bermakna, dihargai, dan didukung)

to be continue

June 5, 2008 - Posted by citamelani | Dunia Anak-anak | | No Comments Yet

No comments yet.

Leave a comment