Perkenalan dengan dunia autisme
autisme……ada yg tahu apa itu autis??????awalnya juga saya tidak tahu.Ajaib ya, saya pikir pasti banyak yg tidak tahu apa itu makhluk yg namanya autis, padahal sungguh banyak komunitas penyandang autisme (sst…jgn bilang penyakit ya, ntar banyak yg marah…dan memang kenyataannya autisme itu bukan penyakit tetapi gangguan perkembangan). Awal saya bekerja pada klinik terapi utk anak berkebutuhan khusus adalah dari teman yg punya teman lagi dan teman itu punya kakak seorang dokter anak yg sangat berdedikasi tinggi dalam menangani anak-anak ini “special need”(anak autis ini termasuk dalam kategori anak berkebutuhan khusus dan anak berkebutuhan khusus ini juga banyak macamnya). Bentuk terapinya adalah “play terapi dengan pendekatan sensory Integration” nah…nah utk jenis terapi ini ntar ya, saya ceritakan pada tulisan lain or temen-teman bisa baca langsung dari salah satu link yang ada pada blog saya ini.
Hari demi hari berganti, begitupun bulan bahkan tahun…semakin terbuka mata ini betapa autisme itu menjadi momok yg menakutkan bagi para orang tua. Bagaimana tidak, dari tahun ke tahun populasi autisme ini semakin bertambah, baik skala nasional maupun internasional. Sangat tidak seimbang dengan upaya untuk “mendidik” para autis ini. Ciri-ciri dari anak autis bisa disimpulkan menjadi tiga ciri besar (ini ada dalam DSM IV) yaitu : ada gangguan komunikasi baik verbal maupun non verbal, adanya gangguan interaksi sosial yang berat. Sulit memahami realitas sosial yang ada disekitar dia dan adanya minat yang terbatas atau perilaku yang terbatas.
Ok…..saya anggap teman-teman memahami ini, masalah terkini yang menjadi kendala buat anak autism ini adalah “pendidikan”. Banyak anak-anak dengan gangguan ini “di tolak” oleh pihak sekolah dgn alasan karena autism, padahal banyak sekali anak autisme dgn segala keterbatasannya memiliki intelegensi yang tinggi dan dia dgn “guide” khusus bisa dan mampu untuk bersaing dgn anak-anak “normal”. Kebutuhan yg mendesaknya adalah semakin diperbanyak sekolah inklusi yg “tepat”, kenapa saya bikin tanda petik???? kanyataan yg ada ,banyak sekolah yg bilang …”ini sekolah inklusi” tetapi kenyataan di lapangan, anak-anak ini mendapat perlakuan yg diskriminatif. So…gimana ni teman-teman di dunia pendidikan????maukah anda semua menolong anak-anak ini untuk mendapatkan hak nya dalam dunia pendidikan????
wallahu’alam
1 Comment »
Leave a comment
-
Recent
- ade beranjak “gede”
- sebuah renungan diri
- Anakku Tersayang
- My Friends at Cipaku
- My Family
- Sensory Integration part 2
- Pengenalan Terapi Sensory Integration( SI)1
- Repotnya tanpa “mbak” di rumah
- Karena Saya Wanita
- Perkenalan dengan dunia autisme
- Workshop DIR Online bersama Greenspan
- Workshop SI Online bersama Rosemary
-
Links
- Sensory Integration Theory and Intervention (Ayres)
- Interdisciplinary Council on Developmental and Learning Disorders
- Yayasan Ayo Main
- Situs Stanley Greenspan (DIR Model Expert)
- Situs Rosemary (SI Therapist)
- Situs Keluarga Peduli Autisme
- Yayasan Floortime
- Floortime Repository
- Council of Human Development
-
Archives
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS

Ini adalah sebuah tantangan bagi para orang tua…
Tapi jangan putus asa… (nangis boleh… bahkan sampai gerung-gerung… tapi… jangan lama-lama…. ) terus harus berjuang dan melangkah…
Lihatlah… Oscar.. yang mampu menjadi pemain biola..
Lihatlah Hee Ah Lee yang bisa jadi Pianis..
Lihatlah.. Harry Darsono yang bisa jadi perencang busana
Lihatlkah Einstein.. yang namanya Abadi sepanjang masa..
dsb-dsbnya…
Ibu… mari kita saling menguatkan kan….